Penyimpanan Air: Cara Paling Mudah Mendapatkan Air Bersih

Metode sederhana lain untuk mendapatkan air bersih adalah dengan melakukan penyimpanan air. Dalam kondisi yang baik, penyimpanan air selama satu hari dapat mematikan lebih dari 50% bakteri yang terkandung di dalam air tersebut. Dengan penyimpanan lebih dari 48 jam juga dapat mematikan organisme yang disebut cercariae, yang berperan sebagai perantara bilharziasis (schistosomoasis) yang menjadi penyebab umum penyakit yang berasal dari air. Selain itu ketika penyimpanan dilakukan zat padat dan sebagian patogen yang ada di dalam air juga akan ikut mengendap ke dasar wadah. Untuk teknik penyimpanan air ini dapat digunakan metode “three pot treatment system”.
Pada three pot system proses mendapatkan air bersih dilakukan dengan menggunakan tiga buah wadah / pot, selanjutnya dinamai belanga A, B dan C. Setiap harinya air dipindahkan dari satu wadah ke wadah lainnya yang dilakukan secara berurutan seperti yang tampak pada gambar dibawah ini. Pemindahan tersebut maksimal hanya dilakukan 1 (satu) kali dalam satu hari.

three pot system

(1) Air dipindahkan dari belanga C ke wadah penampungan air bersih.
(2) Air dipindahkan dari belanga B ke belanga C.
(3) Air dipindahkan dari belanga A ke belanga B.
(4) Air dipindahkan dari sumber air ke belanga A. Ketika proses pengisian sebaiknya air tersebut disaring terlebih dahulu dengan menggunakan kain katun.

Dengan menggunakan metode three pot system air yang dihasilkan dari belanga C telah disimpan setidaknya selama 2 hari (48 jam) sehingga jumlah kuman akan jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Meskipun demikian sebelum dikonsumsi sebaiknya air tersebut melalui proses disinfeksi lebih lanjut terlebih dahulu untuk memastikan agar air tersebut benar-benar bebas dari kuman penyakit.

by